Senin, 16 Desember 2019

Jurnal ke-1 Buncek (Pekan 1)


Jurnal 1 (Senin, 16 Desember 2019)
Bismillahirrahmarihim

Halo semua, alhamdulillah... akhirnya sempat-sempatkan menulis jurnal pertama di kelas buncek alias bunda cekatan.
Seberapa penting sih, kok  saya harus mengikuti kelas ini? Jelas sangat penting, krn saya ingin 24 jam yg optimal menabung "sangu".

Insya Allah....

Dianugerahi menemani ibu dan beramanah 3 orang putra tanpa pembantu bukan lah perkara mudah. Kata budhenya Fatih, kok masih bisa ngajar ngaji, ngelesi, juga bikin2 kegiatan sama anak2? Ternyata di kuadran daun bagian kanan atas itu lah jawabannya. Kegiatan yang saya bisa dan saya suka.

Apa saja itu? Ada 4 aktifitas.
Pertama, energi saya langsung full saat berinteraksi dg anak2. Anak2 sendiri atau pun anak2 orang lain. Saya sering terbawa kepolosan dan keikhlasannya, serta tata cara mereka bahagia. Apalagi kalau bukan krn mereka yg anak2 itu blm punya dosa.

Yang kedua, kala pikiran sedang semrawut biasanya saya ndak bisa tidur. Saya suka memetakan satu2 di atas kertas kesemrawutan itu dan menyusunnya menjadi kegiatan. Baik kegiatan mandiri atau kegiatan yang dilakukan bersama suami atau anak2, termasuk juga anak2 orang lain.

Yang ke tiga, kala membaca buku ataupun stalking FB, stalking web/blog milik teman2 saya suka mencatat atau mengingat ilmu2 penting yang tersirat ditulisannya. Setelah itu saya meluangkan waktu utk uji coba, dan mengobservasi apa yang saya uji cobakan. Beberapa hal yang saya uji coba yaitu tentang metodologi pembelajaran, tumbuh kembang anak, pengasuhan dan juga lingkungan. Sayangnya saya tdk cakapenulis hasil observasi saya.

Yang ketiga adalah mendengar tilawah dan sholawat. Dua irama ini dahsyat bagi hidupnya jiwa. Bahkan seringkali menjadi obat kala sakit, sebelum beranjak terapi atau ketemu bu dokter. Tinggi rendah nada2 yang syahdu itu memberikan ketenangan batin yang tak bisa digambarkan.

Yang terakhir adalah memasak. Saya bisa lupa masalah2 kala di depan kompor meskipun dengan bahan seadanya di kulkas. Bahan makanan apapun bisa dimasak. Masakan itu tak perlu yang uenak atau kekinian. Dan alhamdulillah.... suami dan anak2 selalu menerima dengan ikhlas dan penuh sukacita. Krn saking khusyu'nya masak, kadang banyak pekerjaan rumah yang tdk terhndle. Hehehehe...

Adapun hal yang saya suka, tetapi saya tdk bisa adalah, yang pertama menulis. Saya paham apa yang akan saya sampaikan pada pembaca, tapi butuh kadang butuh waktu utk menyusun agar tulisan saya enak saya nikmati sendiri, sebelum jadi konsumsi orang lain. Saya selalu terpukau dengan tulisan2 yang mengalir dan mudah dipahami. Tentu kerangka nya matang dan olah katanya bagus. Sayangnya saya lemah dikeduanya. Heheheh..

Yang kedua, berbahasa Inggris. Berbahasa itu seperti ngaji. Kalau Ndak dideras setiap hari bisa hilang. 7 tahun saya happy belajar berbahasa Inggris aktif, written dan spoken, tapi setelah menikah, jadi pasif. Alhamdulillah, masih ada anak2 les yang bisa saya ajak main2 dg berbahasa Inggris. Meskipun tarafnya hanya pembelajaran. Akhir2 ini si mbarep suka nonton film nabi2 berbahasa Inggris dan dia sepertinya tertarik. Akankah mas mbarep yang akan memantik bahasa Inggris aktif saya?

Selanjutnya, menanam. Saya hobi lihat hijau2, jalan2 ditempat hijau 2, mencium bau segarnya rumput dan mainan dibawah pohon. Tanaman itu mendidik saya dg berjuta ilmu, sayangnya saya tdk bisa menanam dg konsisten.

Hal yang sy suka selanjutnya adalah jalan2 ke tempat yang baru. Tetapi kali ini utk jalan2 butuh effort yang besar, baik biaya ataupun tenaga. Kalau biaya, bisa lah nabung ya... Tapi kalau tenaga... Hehehehe... Saya kerap ambruk setiap selesai berkegiatan di luar kota. Knp kira2? Mungkin asupan makanan nya yang kurang ajiib.

Selanjutnya, menyusun anggaran belanja. Semangat menabung saya tinggi, tapi saya selalu ndak tegaan kalo ada panggilan amanah sosial yg sangat urgent. Seperti "mendidik" teman yg terlampau bermain riba', terlilit hutang, ndak bisa makan diakhir bulan, yang akhirnya post tabungan sering jebol. Meskipun yg saya pakai itu uang hasil kerja sendiri, tapi cukup menguras anggaran. Dan kali ini saya sdg training management dg bapaknya Fatih. Namanya training 4/4.

Yang terakhir adalah teknik rapi2. Saya tipe orang yang suka sekali melihat keindahan dan kerapian. Tetapi Ndak bisa melakukannya sendiri. Apalagi mas kembar sedang hobi numplek2 dan edar2 barang2 πŸ˜‚πŸ˜‚
Ini juga yang sering membuat mas mbarep sebagai manager mainan jadi uring2anπŸ™ˆπŸ™ˆ
Mungkin perlu waktu sampai mereka pada fase paham diajak rapi2.

Lalu bagaimana dengan telur hijau yang perlu dilejitkan?

Insya Al

#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Disqus Shortname

theme-daddy

Comments System

[blogger][disqus][facebook]