Senin, 23 Desember 2019

Jurnal ke 1 (Buncek Pekan 2)


Jurnal Pekan Ke 2
Kelas Buncek IIP

Alhamdulillah....
Dari 5 aktifitas yang saya sukai dan yg saya bisa, aktifitas Main & Belajar Bareng anak-anak menjadi hal yang terfavorit. Mengapa favorit? Setidaknya ada 3 hal yang melatarbelakangi. Pertama, saya senang di dekat anak2. Kedua, Jam terbang saya bertahun-tahun selalu ada menu belajar dan main dengan anak. Bahkan saat harus revisi project tahunan, Krn suatu hal, tetap saja kegiatan itu tak  e bisa lepas. Yang terakhir, kaala masih merem, saya akan 'melek byar' kala mengingat planning main saya hari ini dengan anak2. Hehehehe

Dari aktifitas itu, saya butuh belajar 5 keterampilan yang penting dan mendesak untuk saat ini agar agenda main dan belajar dengan anak.

1. Manajemen waktu.
Apa yang terjadi saat harus kerja sambil momong? Tentu hasilnya setengah-setengah. Kecuali kalau bukan "miming produktif" ya... Sebaliknya, menemani anak sambil mengerjakan pekerjaan rumah pun akan menguras energi dan emosi. Misalnya saja kala air PAM pekan ini mati, dan saya harus rapelan cuci baju. Maka, jika tanpa sambi momong nyuci baju sepekan untuk 6 anggota keluarga bisa selesai 2 jam, tetapi sambil momong makan akan menghabiskan seluruh waktu hari ini. Momong nya pun tdk akan produktif. Ini masih 1 poin pekerjaan rumah. Belum yang lainnya. Maka, manajemen waktu. Saya butuh mengatur jam kerja saya, agar bisa mindfulness bermain dan belajar dengan anak2. Masih seperti saat di matrikulasi dulu, inspirasi dari ibu Septi, yaitu menggunakan gelondong waktu. Ohya, 1 lagi tantangan saya adalah waktu bekerja dg gadget, baik utk memposting kegiatan, menulis atau menjawab chat penting teman2.
2. Self Healing. Apa itu? Proses untuk menyembuhkan diri dari luka batin. Sebagai anak terakhir, tidak mudah bagi saya menata ritme emosi antara anak-anak dengan ibu yang sepuh dengan suami dengan saudara dan dengan lingkung sekitaran. Mengendapkan emosi bisa jadi dengan diam, menulis, tersenyum, atau beralih dengan kegiatan lain. Tapi itu belum bisa menyembuhkan luka batin, hingga kadang tiba2 sering mempengaruhi kondisi fisik. Ya, sakit-sakitan. Itu yang saya alami. Maka self healing setiap hari penting buat saya.
3. Bermain Peran.
Kadang untuk menyelesaikan suatu perkara saya terbawa innerchild. Instan. Marah, memukul, mencela, berkata kasar. Pelaku2 innerchild ini dekat hingga mudah saja, jika saya "kurang waras" akan melakukan hal yang sama ke anak-anak saya. Bagaimana akibatnya? Saya sadar, tentu fatal. Maka, yang perlu say latihkan kepada diri saya adalah berlatih peran, terutama kepada anak-anak saya. Misal, saat dia nyata bersalah krn ketidaktahuannya, maka mendongeng atau bertanyajawab akan lbh baik dari pada marah.
4. Gizi Kelurga.
Bertumpuknya pekerjaan, kadang memakan hal seadanya itu lbh praktis. Sedangkan makanan yg ada bukan makanan yg seimbang atau bahkan sehat dan diperlukan tubuh kita. Misal, gorengan. Gampang di dapat dan cepat membuat kenyang. Akibatnya, badan TDK setiap hari bugar. Bahkan beberapa penyakit menghampiri dan butuh terapi rutin. Maka, ketrampilan menata gizi keluarga ini sangat penting.
5. Menulis Jurnal.
Bagi saya menulis itu bagian dari dokumentasi, megalirkan rasa, juga mengikat makna. Sayang sekali jika aktifita2 seru hari ini dilewatkan begitu saja tanpa "caption". Apalagi pilihan kendaraan pendidikan keluarga kami adalah homeschooling. Tetapi, saya merasa tulisan saya kurang enak dibaca. Agar tulisan ini memiliki arah, dan renyah dibaca, maka keterampilan menulis juga menjadi penting dan mendesak buat saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Disqus Shortname

theme-daddy

Comments System

[blogger][disqus][facebook]