TEMUKAN CARA BELAJARMU
Bab ini Asyik buat saya.
Setahun lima bulan lalu, kami membuat Sekolah Dolen Fathaten dg Jargon "Bahagia dan Merdeka Belajar". Sekolah ini merupakan komunitas anak Orangtua yg bersifat non profit. Kami belajar merangkai jejak bagaimana model sekolah yg kami bangetttt dari diskusi2 sekian purnama mensarikan apa yg kami dapat sepanjang sinau hingga mencicip perkuliahan duluuuu. Jargon itu tertuang dalam program2nya dan telah di expo kan ke Masyarakat umum saat usia setahunnya.
Setelah menyimak penjelasan ibu bagaimana merdeka belajar versi ibu, Alhamdulillah apa yg kami lakukan, on track🥰😍😍
Merdeka belajar ini pula tanpa sadar telah saya terapkan selepas sy lulus SMA dan tdk diterima SPMB. Saya merasakan nikmatnya ngebut ngaji a ba ta, dari ruang ke ruang dg beberapa guru, dan merasakan hasilnya yang membuat banyak perubahan. Setelahnya saya pindah fokus ke Pare Kediri, belajar bahasa Inggris. Dan saya mendapat perubahan yg signifikan pula. Bonusnya dapat predikat A 6 utk TC 97 dr Mr. Kallend O.
Baik mengaji, atau bahasa Inggris saya merasakan yg kemarin dikatakan ibu septi "menjadi ulat yg memakan daun2 yang saya butuhkan."
Begitu pula saat di dunia kuliah dua jurusan. Di titik ini saya perlu menajamkan skala prioritas. Hingga saat ini pun, belajar sebagai fasilitator di Sekolah Dolen Fathaten utk anak2 saya.
Lalu.... Apa nih yang membuat saya gemes ingin mempelajari dan membuat perubahan dalam skala keluarga?
Resik-resik.
Yah, menata rumah, alias rapi-rapi. Kelihatannya ini remeh temeh bin receh ya.... Dari pada sederetan peta belajar pribadi saya seperti menulis, pandu 45, Talents Mapping, self healing yang... Justeruuuu bulan ini sumber belajarnya datang bersamaan.
Well, apa yg membuat saya memilih RESIK2 menjadi pilihan? Alasan ter ter penting adalah, ini ranting dr cabang materi menyiapkan anak2 saya menuju masa Aqil Balighnya.
Selengkapnya ada di flyer2 ini ya...
Bismillah, dan semoga pinaringan pitulungan saking Gusti Allah...
"Jangan menjadi jarum jahit yang bisa menjahit ribuan pakaian, tapi dia telanjang selamanya." (Imam Al Ghozali)
So, Yuk tumbuh bersama ya, suami dan anak-anak ku...
#janganlupabahagia
#jurnalminggu3
#materi3
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional


Tidak ada komentar:
Posting Komentar