Minggu, 24 Desember 2017

LIBURAN DI KAMPUNG SUKORAME #1



LIBURAN DI KAMPUNG

Hari Sabtu, 16 Desember 2017 anak-anak usia sekolah dasar di kampung kami terima raport akhir semester. Semua saling berbagi cerita. Ada yang senang karena dapat nilai-nilai yang memuaskan, ada yang kecewa, juga ada yang menanggapi biasa saja. Ditengah serunya ngobrol, saya iseng bertanya, liburan besok mau kemana? Sebagian besar merencanakan liburan dirumah saja. Lalu mau ngapain? Main hape. Jawaban standard. Saya pun balik cerita, kalau dulu pas liburan, bu Ninis diajari emak Roh (Ibu) bikin tas, bikin baju, cuci baju atau masak. Ayo-ayo bu bikin tas, kata mereka. Wow, ditodong balik. Karena anak-anak ini belum bisa jahit pakai mesin, saya tawarkan bagaimana kalau kita membuat tepak. Ternyata semua sepakat dan wajah- wajahnya sumringah. Saya janjikan, besok datang jam 9 pagi, bawa kain atau baju bekas yang sudah jelek atau tidak terpakai.

Day 1
Ahad pagi kami ada agenda jalan2 pagi, sampai di rumah pukul 09.20. Ternyata 6 orang anak (5 perempuan, 1 laki-laki) sudah siap, menanti sambil membawa kain dan baju bekas. Ada juga yang membawa beberapa lembar kain flanel beberapa warna lengkap dengan manik-maniknya.  Saya pun bingung mau dimulai dari mana. Akhirnya, kami berdiskusi akan membuat tepak yang berbentuk seperti apa, dengan ukuran seberapa. Setelah tahu bayangan tepak yang diinginkan, kami membuat pattern /mal pada kertas. Setelah semuanya punya pattern, anak-anak memotong kain / baju bekasnya. Dan saya juga menyiapkan kain perca jenis drill warna merah. 2 pieces kain bakal bikin tepak sudah siap. Proses memotong pattern dan 2  lembar kain ini ternyata cukup menguras lama, tapi mereka menikmati. Jam adzan dzuhur pun mendekati, dan kami bersepakat untuk melanjutkan esok hari.

Day 2
Senin sebelum jam 9 anak-anak sudah tidak sabar melanjutkan karyanya. Hari ini yang hadir 4 orang, yang satunya ada kegiatan pencak silat disekolah, satunya lagi diajak mamaknya pulang kampung. Agenda hari ini adalah belajar menjahit dengan tangan dengan cara tusuk jelujur. Jahit menjahit pun dimulai. Semua step benar-benar menjadi proses belajar bagi anak-anak. Mulai mengambi benang, memasukkan benang ke jarum, menggabung dan motong benang, terakhir mbundeli. Dilanjutkan dengan usaha membuat jahitan yang lurus. Benar-benar menguras tenaga dan kesabaran anak-anak. “Yak opo bu....” kalimat tanya ini berkali-kali mampir. Saya menekankan agar anak-anak sabar dengan proses menjahitnya, seperti halnya adek bayi yang awalnya tidak bisa berjalan, dia tetap berusaha belajar meskipun berkali-kali terjatuh hingga akhirnya bisa berjalan bahkan berlari. 


 Hari ke 2 ini ada yang sukses njahit sisi samping, ada pula yang masih belum semuanya selesai. Tepak kain sudah setengah jadi. Merekapun tambah sumringah, namun waktu adzan dzuhur sudah dekat dan kami kembali bersepakat melanjutkan esok hari. Selesai kegiatan, saya share ke grup wali murid anak-anak les yang kebetulan juga ada beberepa tetangga dekat.

Day 3
Selasa pagi ini yang hadir hanya 3 orang, karena yang satunya lagi ada les di sekolah.  Anak-anak melanjutkan menjahit sisi samping, bawah dan penutupnya. 3 orang ini kedatangan anak-anak les, yang sudah tidak asing lagi bagi anak-anak sebelumnya. Meskipun mereka belum berkenalan, anak-anak les ini sudah saling tau karena sama-sama berjamaah saat sholat isya’ (waktu istirahat les). Tepak hasil karya anak-anak ini membuat anak-anak yang baru datang juga ingin membuatnya.





Karena tepak sudah mau selesai, akhirnya kami bersepakat membuat bros dari flanel. Yang sudah membuat tepak, melanjutkan menjahit bagian penutupnya. Anak laki-laki memilih bermain bola dan badminton di depan rumah sama Fatih.  Bros pun mih dalam tahap pemilihan model dan bahan. Setelah selesai anak-anak les minta nambah hafalan perkalian. Baiklah... dan acara bermain pun berakhir hingga adzan dzuhur berkumandang.

Day 4
Karena anak-anak les juga datang, ada request dari wali murid untuk belajar. Maka saya juga membuat kelas matematika dasar (perkalian) dan percakapan bahasa Inggris sebelum bermain bersama. Yang hadir hari ini semakin banyak, ada 11 orang. Anak laki-laki bermain sepak bola dan badminton. Anak-anak makin semangat karena ada net buatan di halaman rumah Pak Haji Mimin (depan rumah). Fatih pun turut bermain badminton. Tunggal putra dan ganda putra dicobanya berikut wasit dan penontonnya.


 Yang perempuan masih asyik dengan rencana membuat brossnya. Akhirnya anak-anak perempuan saya beri contoh membuat bros sederhana dari kain flanel.


 Mereka semua sepakat dan mulai membuat. Proses belajar memotong flanel dengan lurus tanpa penggaris, kemudian belajar menjahit dengan tusuk jelujurpun membuat mereka khusyuk. Hingga akan adzan dhuhur proses membuat bross belum selesai. Mereka ingin melanjutkan, tapi saya harus konsisten dengan panggilan adzan, saya cut, dan bersepakat akan melanjutkan esok hari. Anak-anak mengusulkan agar boleh datang lebih pagi agar bisa belajar, juga bermain. Saya pun tidak mampu untuk tidak men-iyakan usulan mereka. Apalagi kehadiran anak-anak ini bisa mengalihkan Fatih dari bermain gadget. Akhirnya, kami bersepakat, besok akan dimulai jam 8. Jam8-9 belajar perkalian dan percakapan, jam 9-11 bermain.

Day 5
Kamis seru, anak-anak hadir jam 8 dan kita belajar perkalian dan percakapan bahasa Inngris. Setelah usai, saya mengajak anak-anak berdiskusi, menngali keinginan mereka, dan mengenali kegiatan apa yang ingin mereka lakukan untuk mengisi liburan. Ada yang mengusulkan percobaan sains, seperti gunung meletus, proses perubahan zat, membuat garam,  ada juga yang mengususlkan membuat gantungan kunci, bross, playdough, slime, sepedaan, sepak bola, badmintonan lagi, Fun cooking, permainan tradisional seperti fun cooking, petak umpet, engkle, gobak sodor, boi-boian, dan ada pula yang mengusulkan kegiatan menanam. Saya tulis di papan tulis sebagai bentuk apresiasi.

Setelah berdiskusi, kami mendaftar bahan-bahan apa saja yang dibutuhkan dan menawarkan siapa yang bersedia membantu membelikan semua bahan di pasar. Anak laki-laki semua bersepakat untuk membelikannya dengan bersepeda. Dan anak perempuan melanjutkan karyanya membuat bross. Satu jam anak-anak laki-laki kembali dengan membawa bahan lengkap. Dan bros yang dibuat anak perempuan sudah jadi. Saya pun mengapresiasi kerjasama dan keberaniaan anak2 laki dengan memberikan bross. “ Buat apa bu?” tanya mereka. Aha.... saya mengususlkan bagaimana jika brossnya buat hadiah ibu kita. Semua anakpun setuju, dan sy membagikan potongan kertas lipat untuk membuat kartu ucapan “Selamat Hari Ibu” dan juga plastik klip untuk mengemasnya.



 Setelahnya, saya bertanya, ingin mainan apa besok? Mereka menjawab, volcanoe atau gunung meletus. Baik, karena untuk membuat gunung meletus kita butuh malam/ plastisin, dan saya informasikan bahwa plastisin itu mengandung zat berbahaya, maka saya tawarkan, kita akan membuat playdough dari bahan alami. Mereka penasaran, dan semuanya setuju.

Day 6
Lupa jika hari ini hari jum’at, Saya keasyikan main bersama fatih dan teman teman kecilnya. sebelum anak-anak datang Fatih minta belajar basah. air maksudnya. jadilah mianan air derngan pewarna, dan melihat proses perubahan warna.


tak puas bermain air, ganti bermain tulis-tulisan, membuat huruf bersama mas erik. Membuat singkatan inisial nama mereka, yaitu FASE Fatih, Aam, Sofia, Erik :)



Anak2 datang 30 menit lebih lambat. Kelas dimulai dengan peer teaching perkalian dengan metode jarimatika. Kenapa peer teaching, karena saya ketamuan teman-temannya fatih, kakak perempuan kembar 2 dan 1 adek perempuan, bersama ibunya. Mereka seperti anak kembar 3. Dan membuat Fatih dan aam, sofia betah main di dalam rumah karena sibuknya melayani tamu barunya yaang super lucu-lucu. Setelaah peer teaching selesai, dan bahan-bahan membuat playdough. Ada tepung terigu, pewarna makanan, garam, minyak, dan air hangat. Anak-anak usia SD yang hadir 12 orang, yang PAUD 6 orang. Semuanya seru menyimak tutorial membuat playdough. Saya dahulukan anak2 SD untuk tutorial membuat playdough, sementara anak PAUD sibuk bermain aneka mainan dan buku di dalam rumah. Setelah playdough anak2 SD jadi, anak2 PAUD saya tawari untuk membuat playdough dan semua setuju. Baju bagus pun harus direlakan terkena ceceran tepung dan pewarna. Sedangkan anak-anak SD siap membentuk aneka pola dari playdoughnya. Kegiatan akhir sangat dirunggu-tunggu, yaitu  membuat gunung meletus. Alat dan bahan diantaranya, nampan, playdough yang dibentuk menyrupai gunung, soda kue, pewarna merah dan cuka.  Nampan digunakan sebagai dasar gunung agar larutan cuka tidak tumpah kemana-mana, kemudian soda kue diamasukkan ke lubang playdouhg yang dibuat menyerupai kawah gunung. Selaanjutnya, cuka di tuangkan sedikit, demi sedikit. Dan semuanya mengamati reaksi kimia dari percampuran cuka, pewarna dan soda api yang keluar keatas meletup letup menyerupai lahar gunung berapi. Tilawah menjelang sholat jumat dari masjid pun berkumandang dan kegiatan hari ini selesai.

6 hari membersamai anak-anak membuat saya teringat lagi tentang Family Project kami, yaitu “DOLAN NANG FATHAtEN” yang rencananya akan kami mulai awal tahun depan dan acaranya bukan setiap hari, tetapi 2 pekan sekali.  Bagi saya, melihat sumringahnya membuat tepak, meski itu pertama dan sulit bagi mereka, hasilnya pun tidak marketable bagi saya, lalu usulan anak-anak di hari ke-lima menunjukkan bahwa mereka antusias jika beraktifitas di luar formalnya buku dan pensil. Usulan mereka juga mengindikasikan bahwa mereka ingin kaya berkegiatan. Fatih juga senang dengan kehadiran mas-mas dan mbak-mbak di jam bermainnya, sekilas Fatih sekedar melihat-lihat aneka kegiatan mereka atau sesekali turut pupuk bawang. Ketika ditanya abinya saat jam makan malam (assesmen harian), dia berbinar menjawab aktifitas dia bersama teman-teman besarnya. Dan kami yakin ini membuat dia kaya wawasan  dari aktifitas disekelilingnya. Emak juga antusias mendampingi bayi-bayi dan sesekali bercerita tentang pengalaman jahit-menjahitnya. Dan saya pribadi, melalui kegiatan ini bisa mengukuir ketahanan jiwa dan fisik saat harus mengadakan acara “DOLAN NANG FATHAtEN” sambi momong bayi kembar. Saya obrolkan bersama suami selaku kepala sekolah di rumah sekolah keluarga kami tentaang tiap fase-fase kegiatan selama 6 hari ini, dan suami berkesimpulan, anak-anak sedang butuh pelajaran real yang nyata hasilnya, tak sekedar teori-teori di dalam buku dan tanya jawab dalam tiap ujian yang nilainya selalu susah payah diupayakan memuaskan, demi ijazah tanda kelulusan. Tanpa rencana, dan tanpa di duga,  6 hari ini bagi saya adalah masa orientasi dari Allah sebelum menjalankan family project “DOLAN NANG FATHATEN”.  Mungkin ini yang dinamakan “SEMESTA MENDUKUNG”, demi luru-luru sangu pulang ke alam baka. Gelar almarhum al marhumah dengan predikat khusnul khotimah dalam Ridlo-Nya. Semoga.

Kamis, 21 Desember 2017

AIR WARNA WARNI


Kamis, 22 Desember 2017

Umi... Aku mau belajar basah. Kata Fatih.

Hari ini umi terkejut melihat teh suguhan buat emak sudah bercampur dengan biskuit yang dituang ke dalam nampan. Bercecer semua diatas lantai. Rupanya habis main "jualan pukis" sama mas aam. Hihihi...
Umi gigit lidah kuat-kuat, ndelosorkan ego di atas tanah, agar prahara "pelit pukis" ba'da shubuh tadi tak terulang lagi. Ambil nafas dalam-dalam dan ngepel sambil diiringi oek-oek adek bayi. Cling...selesai. Permainan "belajar basah" dialihkan dengan main air warna warni. Botol air mineral bekas, ember berisi air bersih dan pewarna makanan merah kuning hijau siap menjadi teman.

Step 1: Fatih nyemplung di ember yang sudah tidak muat ditumpanginya, kemudian mengisi botol dengan air. Blukutuk.. Blukutuk...blukutuk...
Wow....ini udara ya mi...

Step 2 : botol yg berisi air diberi pewarna merah. Tes.. Dan... Semua mata mengamati pewarna yang perlahan turun dan perubahan air bening tadi. Botol ditutup dan di kocok.
Air dalam botol seluruhnya berwarna merah

Step 3 botol berikutnya diisi air dan diberi warna kuning. Sebagai mana sebelumnya, Tes.. Dan... Semua mata mengamati pewarna yang perlahan turun dan perubahan air bening tadi. Botol ditutup dan di kocok.
Air dalam botol seluruhnya berwarna kuning.

Lalu... Kak fia dan mas aam datang...

Step 4: botol berikutnya ingin warna campuran, merah dan kuning. Pewarna kuning diteteskan... Tes.. Dan... Semua mata mengamati pewarna yang perlahan turun dan perubahan air bening tadi. Botol ditutup dan di kocok.
Air dalam botol seluruhnya berwarna kuning. Selanjutnya pewarna merah diteteskan. Tes.. Dan... Semua mata mengamati pewarna yang perlahan turun dan perubahan air bening tadi. Botol ditutup dan di kocok.
Air dalam botol seluruhnya berwarna ORANYE.. Yeeey....

Step 5 botol selanjunya, mas fatih ingin mencampur warna merah, kuning dan hijau. Pewarna hijau diteteskan, kemudian kuning dan selanjutnya merah. Jadi warna apa ya...mereka bersepakat warnanya HITAM. Oke... :D

Step 6: botol selanjutnya, ingin membuat warna colkat (coklat-red). Warna coklat bisa dibuat dari gabungan warna merah dan hijau. Setelah digabung, mereka bersepakat warnanya HITAM. Baiklah...

Step 7: botol terakhir, warna hijau.

Setelah terpuaskan mengamati warna-warna, fatih mencampur semua air warna warni di botol ke dalam ember. Voila.... Ternyata berwarna colkat. Hihihi...

Permainan selesai dan ganti baju... Siap menyambut mas2 dan mbak2 yg akan belajar

#WarnaWarni
#FitrahBelajar
#KayaWawasan

BULU TANGKIS #2


Rabu, 20 Desember 2017

Keseruan bermain bulu tangkis masih terus berlanjut. Alat olah raga mainan yang memang dibeli untuk memenuhi kebutuhan gerak Fatih ini awalnya menjadi permainan yang melelahkan. Setiap kali bermain, Fatih ngambek karena tidak bisa umpan balik. Di sisi lain olahraga ini bikin dia nagih. Abi berusaha melayani bermain sebaik mungkin agar dia bisa ngumpan dan bola jatuh di abi. "Aku menang...." Begitu pekiknya dengan riang.

Sabtu, 16 Desember 2017 Abi mengajaknya di lapangan tennis di jalan Proklamasi yang dekat dengan rumah. Dia mengamati ibu-ibu dan bapak-bapak yang sedang bermain dengan tangkasnya. Permainan tennis lapangan juga menggunakan raket sebagai pemukulnya, dan bola tennis berwarna hijau, juga ada net. Perhatian fatih tertuju pada net dan bola. Dia ingin punya net dan bola. Tiba-tiba ada seorang ibu yang memberinya bola. Waah... Bukan main gembiranya hati Fatih. Dia langsung ingin bermain dan mengajak abi pulang tapi pandangannya tetap tertuju pada lapangan.

Jalan2 belum selesai, abi lanjut ke lapangan bulu tangkis yang berlokasi di barat hotel Saptanawa Gresik kota. Dia mengamati dengan seksama bapak-bapak yang sedang bermain. Tak ada raut marah di wajah bapak-bapak pemain saat bola jatuh. Mereka bermain dengan tangkas dan pukulan cepat. Set set set set. Bola datar dan lambung melesat. Fatihpun sumringah dan pulang.

Dari lapangan tennis dan bulu tangkis ini fatih belajar dan punya mainan baru. bola durian dg pemukul tongkat cikrak. Dan hari ini main bulu tangkis dengan mas2 yg lagi dolanan. Tunggal putra dan ganda putra berikut ala ala wasit yg memberu score 1-0 2-1 dan seterusnya.
Bulu tangkis, asyik...

#KayaWawasan
#FitrahBelajar

Kamis, 07 Desember 2017

MENCUCI "KUDA" ABI

KAMIS, 07 Desember 2017

Kata rosullah pagi hari adalah masa yang penuh keberkahan. Tak ada yang boleh diam atupun tidur di pagi hari. Terinspirasi dari teh Kiki Barkiah, kami menetapkan beberapa kegiatan yang terangkum dalam "standard pagi" yang harus selesai dilakukan hingga jam 07.00. Setelah itu umik diharapkan akan total membersamai anak2 di sekolah rumah. Kegiatan yang ada dalam list standard pagi adalah bangun pagi, bersih diri, aktifitas kerohanian (qiyamullail, shubuh berjamaah dan tadarusan), umi belanja, masak dan nyiapkan sarapan serta bekal abi, abi nyapu, mandikan anak2 dan rapi2. Jika jadwalnya mencuci baju, masaknya dirapel untuk 2 hari atau beli lauk matengan di tetangga. Prakteknya hingga catatan ini di tulis sdh satu tahun lamanya menetapkan standard pagi masih saja amburadul. Kadang jam membersamai lbh siang dan siaaang lagi. Standard pagi ini sebenarnya bergantung jam bangun pagi. Kalau abi umi bangun pas adzan subuh, alamat standard pagi akan molor dan fine tuning untuk membersamai pun lbh siang.

Pagi ini ada acara mantenannya om Hari. Abi ijin masuk kerja siang agar bisa ikut acara akad nikahnya. Karena bangun pagi ini on time, waktu bersisa 30 menit dr jawal acaranya om Hari. Mumoung PDAM ngalir deras, abi ngajak fatih mencuci motor bersama. Begitu semangatnya fatih mencuci, menyiram, menggosok bagian demi bagian dengan spons kuning. Dan baju yang baru ganti pagi ini pun basah kuyup di bgian bawahnya. Ternyata aktifitas bersama air ini membuat fatih bersuka cita di pagi hari. AIR menjadi catatan umik kala umi kehabisan ide bermain.












TANTANGANKU: KANCING BAJU

KAMIS, 07 DESEMBER 2017

KALA STANDARD PAGI UMI PANJANG

RABU, 6 DESEMBER 2017


TENGKURAP SAMA ADEK

SELASA, 5 DESEMBER 2017

ANAK MULTIMEDIA 2

SENIN, 4 DESEMBER 2017


OUTING: ALAM PETROGRES

AHAD, 3 DESEMBER 2017








MANDI BOLA

SABTU, 2 DESEMBER 2017

BERMAIN PERAN: KUCINGKU SAYANG






BUNGA UNTUK RASULULLAH

Kamis malam ini warga sukorame punya acara cukup besar, yaitu Majlis Dzikir dan Maulidurrasul Saw. dan Haul para sesepuh. Acara ini diadakan setiap tahun di bulan Rabi'ul Awal. Bulan ketika kekasih Allah, Rosulullah Muhammad Saw. dilahirkan dari rahim ibundanya, Sayyidah Aminah. Acara yang diadakan oleh jama'ah Al Khidmah ini selalu ramai dihadiri oleh para jama'ah. Terhitung 150 undangan hanya untuk tamu VIP saja. Total hadirin bisa mencapai 700-800 orang. Para jamaah dari seluruh penjuru Gresik datang berbondong-bondong memadati jalan Akim Kayat 7 dan jalan Usman Sadar 13.

Senin, 04 Desember 2017

CHANGE MAKER FAMILY

FAMILY PROJECT
“CHANGE MAKER FAMILY”

Informasi Keluarga
1.      Nama Keluarga
FATHAtEN FAMILY

2.      Nama Anggota Keluarga
a.       Waladun Mabrur /Ayah/32 tahun/ Laki-laki
b.      Niswatul Khusnah/Ibu/29 tahun/Perempuan
c.       Muhammad Al Fatih /Anak /4 tahun/ Laki-laki
d.      Hasan Muhammad Al Mahally/Anak/ 3,5 Bulan/Laki-laki
e.       Husain Muhammad As Suyuthy/ Anak/ 3,5 Bulan /Laki-laki
f.       Asro Rahmanjoyo/ Nenek/ 64 tahun/ Perempuan

3.      Alamat/ domisili
Jalan Usman Sadar Gang 13 B No. 11 Sukorame Gresik

Rencana Proyek / Proyek yang Sudah Berjalan

1.      Nama Proyek
AYO DOLEN NANG FATHAtEN
2.      Tujuan Diadakan Proyek
Dengan diadakannya kegiatan ini, maka akan;
a.       Memberikan imaji positif tentang keimanan kepada Allah Swt. dan Rosulullah Saw. bagi anak-anak.
b.      Mengisi hari libur sekolah anak-anak sekitar
c.       Membentuk lingkungan yang sehat fsik dan mental
d.      Memberikan pengalaman ragam permainan selain gadget
e.       Mempererat silaturrahim antar anak di lingkungan sekitar

3.      Tempat dan Waktu Berlangsungnya Proyek
Tempat: di depan rumah (Jalan Usman Sadar Gang 13 B No. 11 Sukorame Gresik)
Waktu: Hari Ahad pekan ke 2 dan ke 4 (1 bulan 2 kali)

4.      Sasaran Proyek
Anak-anak usia PAUD, TK (Pra Latih) dan SD (Pra Akil Baligh)

5.      Deskripsi Proyek disertai dengan caption singkat

LATAR BELAKANG
Sukorame Gresik adalah satu wilayah kelurahan di Gresik Kota. Wilayah ini, khususnya gang 13 dan sekitarnya, banyak dihuni oleh para pendatang. Pendatang ini banyak berprofesi sebagai pedagang (PKL). Ada yang menjual bakso, soto, sate, nasi goreng, tahu tek, nasi penyetan, pentol, jamu, es puter, pukis mini, dan juga mainan abrakan. Para pedagang ini bermukim di wilayah ini bersama dengan keluarganya atau anak dan istrinya. Dalam kesehariannya, bapak dan ibu biasanya sibuk menyiapkan dgangannya, sedangkan sang anak dibiarkan melihat TV, handphone, atau bermain begitu saja tanpa pengawasan serius dari para orangtua.
Awal tahun 2011, Niswatul khusnah muda (Ibu Ninis) diminta warga sekitar memberikan les Bahasa Inggris untuk putra-putrinya, termasuk warga pendatang. Kemudian beridirilah Rumah Belajar Husna English Clinic pada 1 Agustus 2011. Dari rumah belajar ini, anak-anak tak hanya belajar pelajaran sekolah. Mereka sering sharing tentang aqil baligh, berbakti dengan orangtua, motivasi belajar dan berkegiatan bersama, hingga bonding kami kuat, bahkan dengan para orangtua wali murid.
Setelah menikah, ibu Ninis dan suami memiliki misi dakwah, yaitu membentuk lingkungan yang aktif-produktif untuk anak-anak melalui aktifitas yg kami mampu, yaitu ngelesi. Maka agar misi dakwah ini berhasil, kami jadikan Rumah Belajar ini non profit (Biaya SPP sesuai kemampuan orangtua atau gratis). Langkah selanjutnya, mengembangkan program. Karena suami berlatar belakang pendidikan teknik-eksak sedangkan saya bahasa-agama, maka rumah belajar kami meningkatkan jam terbang dengan membuka beberapa program, yaitu;
1. English Course (SD-SMP)
2. TOEFL Preparation (SMA dan PT)
3. Study Club (semua mata pelajaran untuk SD-SMP)

Tahun 2013-2016 masa-masa berkembang tajam. Dengan menggunakan ruang tamu dan halaman rumah Nenek sebagai ruang belajar, rumah kami tak pernah sepi dikunjungi 60 an siswa dengan 7 tutor yg belajar mulai pukul 1 siang hingga 9 malam setiap harinya. Managemen berjalan lancar, training tutor dan supervisi juga komunikasi dengan orangtua juga sangat baik. Tahun 2015 kami diuji dengan lampu kuning dan merah yg dinyalakan oleh ibu dan putra pertama kami. Pada intinya, ibu Ninis tepatnya terlalu produktif di luar, hingga kurang sayang dan cekatan di dalam. Lalu, hadirlah calon anak kembar di penghujung 2016. Kemudian, tahun 2017 kami sepakat hijrah. Rupanya Allah tidak menghendaki. Rencana hijrah keluarga kecil ini tidak direstui oleh saudara- saudara. Maka langkah selanjutnya, membuat aktifitas yang membuat Nenek dan Putra terlibat dan senang. Dan kegiatan di rumah belajar berganti menjadi mengaji bersama anak-anak TPQ di sore hari dan belajar (ngelesi) di malam hari. Sedangkan tutornya hanya Ibu Ninis dan suami. Lampu kuning dan merah dari nenek dan putranya berganti menjadi hijau.
Target dakwah kami menjadi berkurang secara kuantitas. Seiring dengan berjalannya waktu, warung-warung kopi disekitar menyediakan fasilitas wifi. Anak-anak yang dulu hanya bermain bebas dan nonton TV kini bebas berselancar dengan internet. Membuka situs apa saja tanpa filter, mulai kartun, game online hingga film-film horor bahkan tontonan orang dewasa. Jam gadget dari orangtua pun tanpa batas bahkan saling berlomba-lomba menfasilitasi agar anak diam saat para orangtua sibuk mempersiapkan dagangannya. Ternyata demam gadget dan wifi ini tidak hanya menerpa anak-anak PKL, tapi hampir seluruh lapisan, bahkan yang oranngtua berprofesi terpandang seperti pengusaha, pegawai, dokter juga guru. Putra pertama kami juga terkena efeknya. Dia larut dengan adegan action hero yang sarat dengan kekerasan fisik dan bahasa. Demi melanjutkan misi dakwah kami, dan membentuk lingkungan yang kondusif dalam ridlo Allah, kami melahirkan sebuah proyek yang bernama "AYO DOLEN NANG FATHAtEN". Proyek ini pada dasarnya merupakan kegiatan belajar dan bermain sehari-hari Ibu Ninis bersama Putra pertamanya (Fatih). Terinspirasi dari kegiatan anak-anak HEC diluar aktifitas belajar bersama dahulu, dalam proyek ini, keluarga FATHAtEN ingin mengajak anak-anak disekitar rumah untuk bermain bersama lagi dan menanamkan nilai-nilai positif di masa pra latih dan pra akil balighnya.

RENCANA DESKRIPSI KEGIATAN
AGENDA KEGIATAN
“DOLEN NANG FATHAtEN”
WAKTU
ACARA
PENANGGUNGJAWAB
08.00-08.30
Mini Library
Ayah Mabrur dan Fatih
08.30-09.00
 Umik Berkisah:
“IDOLA SEPANJANG ZAMAN”
Ibu Ninis
09.00-09.30
Mini Science
“AKU PUNYA KARYA”
Ayah Mabrur dan Fatih
09.30-10.30
Permainan Tradisional dan Lagu-lagu dolanan
Ayah Mabrur dan Ibu Ninis

10.30-11.00
Suara Anak
(ramah tamah dan pesan kesan)
Ibu Ninis

1.      Mini Library, merupakan kegiatan penyambutan anak-anak yang hadir. Anak-anak dipersilahkan duduk dan membaca buku yang di sediakan. Buku-buku berasal dari koleksi HEC Library yang dikeluarkan sebanyak 20 judul. Kemudian, pada pertemuan berikutnya 5 judul buku akan diganti dengan buku baru, dan seterusnya. Kegiatan ini untuk memantik minat baca anak-anak.
2.      Umik Berkisah, jika dahulu dongeng, kisah dan narasi bisa dinikmati anak-anak melalui media tutur-tutur para orangtua ataupun guru. Sekarang ini, medianya berganti menjadi televisi dan film film serial. Dalam sesi ini Ibu Ninis akan membacakan buku Muhammad Teladanku per seri, dengan modifikasi bahasa yang mudah dicerna oleh anak-anak Sukorame.  Kegiatan ini juga ditujukan untuk mengenalkan Nabi Muhammad menyambung dengan kegiatan Maulid Diba’ yang dibaca bersama-sama setiap malam Ahad di Mushola. Dengan ini selain anak-anak yang sudah terbiasa bersenandung sholawat, juga mengerti maksud sholawat dan kepada siapa sholawat ditujukan, yaitu Sang Idola Sepanjang Zaman.
3.      Mini Science, merupakan kegiatan percobaan IPA disekitar lingkungan, diantaranya : wujud-wujud zat, gunung meletus, membuat garam, es sehat, sprektum cahaya, terjadinya bayangan, siang dan malam, bulan bersinar, teleskop sederhana, terapung, melayang tenggelam, percampuran warna, energi yang tak tampak (angin), dan lain sebagainya. Percobaan – percobaan ini kemudian didokumentasikan dalam bentuk karya nyata berupa mainan atau makanan dan mengaitkan dengan keimanan kepada Allah Saw. sebagai Dzat yang menguasai alam.
4.      Permainan Tradisional dan Lagu-lagu Dolanan. Permainan tradisional seperti lompat tali, nekeran, boi-boian, gobak sodor, patil lele, layangan, bekelan, dakonan, selidenan,  dan seladuran akan kami coba hidupkan lagi bersamaan dengan lagu- lagu dolanan seperti lir-ilir, cublak-cublak suweng, ontong-ontong bolong.

PELAKSANA PROYEK
Project Leader : Waladun Mabrur
Co. Leader : Muhammad Al Fatih

Kepanitiaan dan Tugasnya
Ayah (Waladun Mabrur) ; sie. Perlengkapan (menyediakan seluruh perlengkapan yang dibutuhkan saat acara), sie. Pendanaan (penggalian dana, dan cash flow dana) dan sie. Dokumentasi (mendokumentasikan acara dengan kamera digital keluarga atau foto handphone)
Ibu (Niswatul Khusnah) ; sie. Acara (ide acara, konsep acara, inovasi acara), Sie. Sekretariat (menulis rencana kegiatan, dan laporan kegiatan)
            Anak (Fatih) : Sie. Publikasi (menyampaikan undangan kepada teman-teman sepermainan)
Nenek (Asro) : Sie. Baby Corner (menjaga bayi saat ibu Ninis bertugas), sie. Kepelatihan (Sumber ide  Permainan tradisional dan lagu-lagu dolanan)

Tim Hore
Tim Hore adalah tetangga yang memiliki visi  yang sama dalam permainan anak dan memungkinkan untuk diajak berkegiatan bersama-sama untuk membantu kepanitian. Adapun 2 Keluarga dari tetangga dekat, yaitu;
1.      Keluarga Bapak Teguh Priyono
2.      Keluarga Bapak Achmad Taufiq

PENUTUP
Dengan diiringi doa bismillahi tawakkaltu ‘alallah, proyek ini sebagai ikhtiar kami untuk menggapai nilai produktif dalam membersamai buah hati, dan juga membentuk lingkungan yang kondusif bagi anak-anak kami. Terlebih jika menjadi inspirasi bagi orangtua lain. Harapan terbesar kami adalahAllah senantiasa mendidik kami melalui hidayahnya hingga kami gapai keridloan Allah dalam setiap langkah. Dengan ridlo itu akan menjadi bekal kami pulang ke rumah abadiNya dengan predikat khusnul khotimah.

Disqus Shortname

theme-daddy

Comments System

[blogger][disqus][facebook]