Senin, 04 Desember 2017

CHANGE MAKER FAMILY

FAMILY PROJECT
“CHANGE MAKER FAMILY”

Informasi Keluarga
1.      Nama Keluarga
FATHAtEN FAMILY

2.      Nama Anggota Keluarga
a.       Waladun Mabrur /Ayah/32 tahun/ Laki-laki
b.      Niswatul Khusnah/Ibu/29 tahun/Perempuan
c.       Muhammad Al Fatih /Anak /4 tahun/ Laki-laki
d.      Hasan Muhammad Al Mahally/Anak/ 3,5 Bulan/Laki-laki
e.       Husain Muhammad As Suyuthy/ Anak/ 3,5 Bulan /Laki-laki
f.       Asro Rahmanjoyo/ Nenek/ 64 tahun/ Perempuan

3.      Alamat/ domisili
Jalan Usman Sadar Gang 13 B No. 11 Sukorame Gresik

Rencana Proyek / Proyek yang Sudah Berjalan

1.      Nama Proyek
AYO DOLEN NANG FATHAtEN
2.      Tujuan Diadakan Proyek
Dengan diadakannya kegiatan ini, maka akan;
a.       Memberikan imaji positif tentang keimanan kepada Allah Swt. dan Rosulullah Saw. bagi anak-anak.
b.      Mengisi hari libur sekolah anak-anak sekitar
c.       Membentuk lingkungan yang sehat fsik dan mental
d.      Memberikan pengalaman ragam permainan selain gadget
e.       Mempererat silaturrahim antar anak di lingkungan sekitar

3.      Tempat dan Waktu Berlangsungnya Proyek
Tempat: di depan rumah (Jalan Usman Sadar Gang 13 B No. 11 Sukorame Gresik)
Waktu: Hari Ahad pekan ke 2 dan ke 4 (1 bulan 2 kali)

4.      Sasaran Proyek
Anak-anak usia PAUD, TK (Pra Latih) dan SD (Pra Akil Baligh)

5.      Deskripsi Proyek disertai dengan caption singkat

LATAR BELAKANG
Sukorame Gresik adalah satu wilayah kelurahan di Gresik Kota. Wilayah ini, khususnya gang 13 dan sekitarnya, banyak dihuni oleh para pendatang. Pendatang ini banyak berprofesi sebagai pedagang (PKL). Ada yang menjual bakso, soto, sate, nasi goreng, tahu tek, nasi penyetan, pentol, jamu, es puter, pukis mini, dan juga mainan abrakan. Para pedagang ini bermukim di wilayah ini bersama dengan keluarganya atau anak dan istrinya. Dalam kesehariannya, bapak dan ibu biasanya sibuk menyiapkan dgangannya, sedangkan sang anak dibiarkan melihat TV, handphone, atau bermain begitu saja tanpa pengawasan serius dari para orangtua.
Awal tahun 2011, Niswatul khusnah muda (Ibu Ninis) diminta warga sekitar memberikan les Bahasa Inggris untuk putra-putrinya, termasuk warga pendatang. Kemudian beridirilah Rumah Belajar Husna English Clinic pada 1 Agustus 2011. Dari rumah belajar ini, anak-anak tak hanya belajar pelajaran sekolah. Mereka sering sharing tentang aqil baligh, berbakti dengan orangtua, motivasi belajar dan berkegiatan bersama, hingga bonding kami kuat, bahkan dengan para orangtua wali murid.
Setelah menikah, ibu Ninis dan suami memiliki misi dakwah, yaitu membentuk lingkungan yang aktif-produktif untuk anak-anak melalui aktifitas yg kami mampu, yaitu ngelesi. Maka agar misi dakwah ini berhasil, kami jadikan Rumah Belajar ini non profit (Biaya SPP sesuai kemampuan orangtua atau gratis). Langkah selanjutnya, mengembangkan program. Karena suami berlatar belakang pendidikan teknik-eksak sedangkan saya bahasa-agama, maka rumah belajar kami meningkatkan jam terbang dengan membuka beberapa program, yaitu;
1. English Course (SD-SMP)
2. TOEFL Preparation (SMA dan PT)
3. Study Club (semua mata pelajaran untuk SD-SMP)

Tahun 2013-2016 masa-masa berkembang tajam. Dengan menggunakan ruang tamu dan halaman rumah Nenek sebagai ruang belajar, rumah kami tak pernah sepi dikunjungi 60 an siswa dengan 7 tutor yg belajar mulai pukul 1 siang hingga 9 malam setiap harinya. Managemen berjalan lancar, training tutor dan supervisi juga komunikasi dengan orangtua juga sangat baik. Tahun 2015 kami diuji dengan lampu kuning dan merah yg dinyalakan oleh ibu dan putra pertama kami. Pada intinya, ibu Ninis tepatnya terlalu produktif di luar, hingga kurang sayang dan cekatan di dalam. Lalu, hadirlah calon anak kembar di penghujung 2016. Kemudian, tahun 2017 kami sepakat hijrah. Rupanya Allah tidak menghendaki. Rencana hijrah keluarga kecil ini tidak direstui oleh saudara- saudara. Maka langkah selanjutnya, membuat aktifitas yang membuat Nenek dan Putra terlibat dan senang. Dan kegiatan di rumah belajar berganti menjadi mengaji bersama anak-anak TPQ di sore hari dan belajar (ngelesi) di malam hari. Sedangkan tutornya hanya Ibu Ninis dan suami. Lampu kuning dan merah dari nenek dan putranya berganti menjadi hijau.
Target dakwah kami menjadi berkurang secara kuantitas. Seiring dengan berjalannya waktu, warung-warung kopi disekitar menyediakan fasilitas wifi. Anak-anak yang dulu hanya bermain bebas dan nonton TV kini bebas berselancar dengan internet. Membuka situs apa saja tanpa filter, mulai kartun, game online hingga film-film horor bahkan tontonan orang dewasa. Jam gadget dari orangtua pun tanpa batas bahkan saling berlomba-lomba menfasilitasi agar anak diam saat para orangtua sibuk mempersiapkan dagangannya. Ternyata demam gadget dan wifi ini tidak hanya menerpa anak-anak PKL, tapi hampir seluruh lapisan, bahkan yang oranngtua berprofesi terpandang seperti pengusaha, pegawai, dokter juga guru. Putra pertama kami juga terkena efeknya. Dia larut dengan adegan action hero yang sarat dengan kekerasan fisik dan bahasa. Demi melanjutkan misi dakwah kami, dan membentuk lingkungan yang kondusif dalam ridlo Allah, kami melahirkan sebuah proyek yang bernama "AYO DOLEN NANG FATHAtEN". Proyek ini pada dasarnya merupakan kegiatan belajar dan bermain sehari-hari Ibu Ninis bersama Putra pertamanya (Fatih). Terinspirasi dari kegiatan anak-anak HEC diluar aktifitas belajar bersama dahulu, dalam proyek ini, keluarga FATHAtEN ingin mengajak anak-anak disekitar rumah untuk bermain bersama lagi dan menanamkan nilai-nilai positif di masa pra latih dan pra akil balighnya.

RENCANA DESKRIPSI KEGIATAN
AGENDA KEGIATAN
“DOLEN NANG FATHAtEN”
WAKTU
ACARA
PENANGGUNGJAWAB
08.00-08.30
Mini Library
Ayah Mabrur dan Fatih
08.30-09.00
 Umik Berkisah:
“IDOLA SEPANJANG ZAMAN”
Ibu Ninis
09.00-09.30
Mini Science
“AKU PUNYA KARYA”
Ayah Mabrur dan Fatih
09.30-10.30
Permainan Tradisional dan Lagu-lagu dolanan
Ayah Mabrur dan Ibu Ninis

10.30-11.00
Suara Anak
(ramah tamah dan pesan kesan)
Ibu Ninis

1.      Mini Library, merupakan kegiatan penyambutan anak-anak yang hadir. Anak-anak dipersilahkan duduk dan membaca buku yang di sediakan. Buku-buku berasal dari koleksi HEC Library yang dikeluarkan sebanyak 20 judul. Kemudian, pada pertemuan berikutnya 5 judul buku akan diganti dengan buku baru, dan seterusnya. Kegiatan ini untuk memantik minat baca anak-anak.
2.      Umik Berkisah, jika dahulu dongeng, kisah dan narasi bisa dinikmati anak-anak melalui media tutur-tutur para orangtua ataupun guru. Sekarang ini, medianya berganti menjadi televisi dan film film serial. Dalam sesi ini Ibu Ninis akan membacakan buku Muhammad Teladanku per seri, dengan modifikasi bahasa yang mudah dicerna oleh anak-anak Sukorame.  Kegiatan ini juga ditujukan untuk mengenalkan Nabi Muhammad menyambung dengan kegiatan Maulid Diba’ yang dibaca bersama-sama setiap malam Ahad di Mushola. Dengan ini selain anak-anak yang sudah terbiasa bersenandung sholawat, juga mengerti maksud sholawat dan kepada siapa sholawat ditujukan, yaitu Sang Idola Sepanjang Zaman.
3.      Mini Science, merupakan kegiatan percobaan IPA disekitar lingkungan, diantaranya : wujud-wujud zat, gunung meletus, membuat garam, es sehat, sprektum cahaya, terjadinya bayangan, siang dan malam, bulan bersinar, teleskop sederhana, terapung, melayang tenggelam, percampuran warna, energi yang tak tampak (angin), dan lain sebagainya. Percobaan – percobaan ini kemudian didokumentasikan dalam bentuk karya nyata berupa mainan atau makanan dan mengaitkan dengan keimanan kepada Allah Saw. sebagai Dzat yang menguasai alam.
4.      Permainan Tradisional dan Lagu-lagu Dolanan. Permainan tradisional seperti lompat tali, nekeran, boi-boian, gobak sodor, patil lele, layangan, bekelan, dakonan, selidenan,  dan seladuran akan kami coba hidupkan lagi bersamaan dengan lagu- lagu dolanan seperti lir-ilir, cublak-cublak suweng, ontong-ontong bolong.

PELAKSANA PROYEK
Project Leader : Waladun Mabrur
Co. Leader : Muhammad Al Fatih

Kepanitiaan dan Tugasnya
Ayah (Waladun Mabrur) ; sie. Perlengkapan (menyediakan seluruh perlengkapan yang dibutuhkan saat acara), sie. Pendanaan (penggalian dana, dan cash flow dana) dan sie. Dokumentasi (mendokumentasikan acara dengan kamera digital keluarga atau foto handphone)
Ibu (Niswatul Khusnah) ; sie. Acara (ide acara, konsep acara, inovasi acara), Sie. Sekretariat (menulis rencana kegiatan, dan laporan kegiatan)
            Anak (Fatih) : Sie. Publikasi (menyampaikan undangan kepada teman-teman sepermainan)
Nenek (Asro) : Sie. Baby Corner (menjaga bayi saat ibu Ninis bertugas), sie. Kepelatihan (Sumber ide  Permainan tradisional dan lagu-lagu dolanan)

Tim Hore
Tim Hore adalah tetangga yang memiliki visi  yang sama dalam permainan anak dan memungkinkan untuk diajak berkegiatan bersama-sama untuk membantu kepanitian. Adapun 2 Keluarga dari tetangga dekat, yaitu;
1.      Keluarga Bapak Teguh Priyono
2.      Keluarga Bapak Achmad Taufiq

PENUTUP
Dengan diiringi doa bismillahi tawakkaltu ‘alallah, proyek ini sebagai ikhtiar kami untuk menggapai nilai produktif dalam membersamai buah hati, dan juga membentuk lingkungan yang kondusif bagi anak-anak kami. Terlebih jika menjadi inspirasi bagi orangtua lain. Harapan terbesar kami adalahAllah senantiasa mendidik kami melalui hidayahnya hingga kami gapai keridloan Allah dalam setiap langkah. Dengan ridlo itu akan menjadi bekal kami pulang ke rumah abadiNya dengan predikat khusnul khotimah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Disqus Shortname

theme-daddy

Comments System

[blogger][disqus][facebook]