FAMILY PROJECT
“CHANGE MAKER FAMILY”
Informasi Keluarga
1. Nama
Keluarga
FATHAtEN
FAMILY
2. Nama
Anggota Keluarga
a. Waladun
Mabrur /Ayah/32 tahun/ Laki-laki
b. Niswatul
Khusnah/Ibu/29 tahun/Perempuan
c. Muhammad
Al Fatih /Anak /4 tahun/ Laki-laki
d. Hasan
Muhammad Al Mahally/Anak/ 3,5 Bulan/Laki-laki
e. Husain
Muhammad As Suyuthy/ Anak/ 3,5 Bulan /Laki-laki
f. Asro
Rahmanjoyo/ Nenek/ 64 tahun/ Perempuan
3. Alamat/
domisili
Jalan
Usman Sadar Gang 13 B No. 11 Sukorame Gresik
Rencana Proyek / Proyek
yang Sudah Berjalan
1. Nama
Proyek
AYO
DOLEN NANG FATHAtEN
2. Tujuan
Diadakan Proyek
Dengan
diadakannya kegiatan ini, maka akan;
a. Memberikan
imaji positif tentang keimanan kepada Allah Swt. dan Rosulullah Saw. bagi
anak-anak.
b. Mengisi
hari libur sekolah anak-anak sekitar
c. Membentuk
lingkungan yang sehat fsik dan mental
d. Memberikan
pengalaman ragam permainan selain gadget
e. Mempererat
silaturrahim antar anak di lingkungan sekitar
3. Tempat
dan Waktu Berlangsungnya Proyek
Tempat:
di depan rumah (Jalan Usman Sadar Gang 13 B No. 11 Sukorame Gresik)
Waktu:
Hari Ahad pekan ke 2 dan ke 4 (1 bulan 2 kali)
4. Sasaran
Proyek
Anak-anak
usia PAUD, TK (Pra Latih) dan SD (Pra Akil Baligh)
5. Deskripsi
Proyek disertai dengan caption singkat
LATAR BELAKANG
Sukorame Gresik adalah satu wilayah kelurahan di
Gresik Kota. Wilayah ini, khususnya gang 13 dan sekitarnya, banyak dihuni oleh
para pendatang. Pendatang ini banyak berprofesi sebagai pedagang (PKL). Ada yang
menjual bakso, soto, sate, nasi goreng, tahu tek, nasi penyetan, pentol, jamu,
es puter, pukis mini, dan juga mainan abrakan. Para pedagang ini bermukim di
wilayah ini bersama dengan keluarganya atau anak dan istrinya. Dalam
kesehariannya, bapak dan ibu biasanya sibuk menyiapkan dgangannya, sedangkan
sang anak dibiarkan melihat TV, handphone, atau bermain begitu saja tanpa
pengawasan serius dari para orangtua.
Awal tahun 2011, Niswatul khusnah muda (Ibu Ninis)
diminta warga sekitar memberikan les Bahasa Inggris untuk putra-putrinya,
termasuk warga pendatang. Kemudian beridirilah Rumah Belajar Husna English
Clinic pada 1 Agustus 2011. Dari rumah belajar ini, anak-anak tak hanya belajar
pelajaran sekolah. Mereka sering sharing tentang aqil baligh, berbakti dengan
orangtua, motivasi belajar dan berkegiatan bersama, hingga bonding kami kuat,
bahkan dengan para orangtua wali murid.
Setelah menikah, ibu Ninis dan suami
memiliki misi dakwah, yaitu membentuk lingkungan yang aktif-produktif untuk
anak-anak melalui aktifitas yg kami mampu, yaitu ngelesi. Maka agar misi dakwah
ini berhasil, kami jadikan Rumah Belajar ini non profit (Biaya SPP sesuai
kemampuan orangtua atau gratis). Langkah selanjutnya, mengembangkan program.
Karena suami berlatar belakang pendidikan teknik-eksak sedangkan saya bahasa-agama,
maka rumah belajar kami meningkatkan jam terbang dengan membuka beberapa
program, yaitu;
1.
English Course (SD-SMP)
2.
TOEFL Preparation (SMA dan PT)
3.
Study Club (semua mata pelajaran untuk SD-SMP)
Tahun
2013-2016 masa-masa berkembang tajam. Dengan menggunakan ruang tamu dan halaman
rumah Nenek sebagai ruang belajar, rumah kami tak pernah sepi dikunjungi 60 an
siswa dengan 7 tutor yg belajar mulai pukul 1 siang hingga 9 malam setiap
harinya. Managemen berjalan lancar, training tutor dan supervisi juga
komunikasi dengan orangtua juga sangat baik. Tahun 2015 kami diuji dengan lampu
kuning dan merah yg dinyalakan oleh ibu dan putra pertama kami. Pada intinya,
ibu Ninis tepatnya terlalu produktif di luar, hingga kurang sayang dan cekatan
di dalam. Lalu, hadirlah calon anak kembar di penghujung 2016. Kemudian, tahun
2017 kami sepakat hijrah. Rupanya Allah tidak menghendaki. Rencana hijrah
keluarga kecil ini tidak direstui oleh saudara- saudara. Maka langkah selanjutnya,
membuat aktifitas yang membuat Nenek dan Putra terlibat dan senang. Dan
kegiatan di rumah belajar berganti menjadi mengaji bersama anak-anak TPQ di
sore hari dan belajar (ngelesi) di malam hari. Sedangkan tutornya hanya Ibu
Ninis dan suami. Lampu kuning dan merah dari nenek dan putranya berganti
menjadi hijau.
Target dakwah kami menjadi berkurang secara
kuantitas. Seiring dengan berjalannya waktu, warung-warung kopi disekitar
menyediakan fasilitas wifi. Anak-anak yang dulu hanya bermain bebas dan nonton
TV kini bebas berselancar dengan internet. Membuka situs apa saja tanpa filter,
mulai kartun, game online hingga film-film horor bahkan tontonan orang dewasa.
Jam gadget dari orangtua pun tanpa batas bahkan saling berlomba-lomba
menfasilitasi agar anak diam saat para orangtua sibuk mempersiapkan
dagangannya. Ternyata demam gadget dan wifi ini tidak hanya menerpa anak-anak
PKL, tapi hampir seluruh lapisan, bahkan yang oranngtua berprofesi terpandang
seperti pengusaha, pegawai, dokter juga guru. Putra pertama kami juga terkena
efeknya. Dia larut dengan adegan action hero yang sarat dengan kekerasan fisik
dan bahasa. Demi melanjutkan misi dakwah kami, dan membentuk lingkungan yang
kondusif dalam ridlo Allah, kami melahirkan sebuah proyek yang bernama "AYO
DOLEN NANG FATHAtEN". Proyek ini pada dasarnya merupakan kegiatan belajar
dan bermain sehari-hari Ibu Ninis bersama Putra pertamanya (Fatih). Terinspirasi
dari kegiatan anak-anak HEC diluar aktifitas belajar bersama dahulu, dalam
proyek ini, keluarga FATHAtEN ingin mengajak anak-anak disekitar rumah untuk
bermain bersama lagi dan menanamkan nilai-nilai positif di masa pra latih dan
pra akil balighnya.
RENCANA DESKRIPSI KEGIATAN
AGENDA
KEGIATAN
“DOLEN
NANG FATHAtEN”
|
WAKTU
|
ACARA
|
PENANGGUNGJAWAB
|
|
08.00-08.30
|
Mini Library
|
Ayah Mabrur dan Fatih
|
|
08.30-09.00
|
Umik Berkisah:
“IDOLA SEPANJANG ZAMAN”
|
Ibu Ninis
|
|
09.00-09.30
|
Mini Science
“AKU PUNYA KARYA”
|
Ayah Mabrur dan Fatih
|
|
09.30-10.30
|
Permainan Tradisional dan Lagu-lagu
dolanan
|
Ayah Mabrur dan Ibu
Ninis
|
|
10.30-11.00
|
Suara Anak
(ramah tamah dan pesan kesan)
|
Ibu Ninis
|
1. Mini Library,
merupakan kegiatan penyambutan anak-anak yang hadir. Anak-anak dipersilahkan
duduk dan membaca buku yang di sediakan. Buku-buku berasal dari koleksi HEC Library
yang dikeluarkan sebanyak 20 judul. Kemudian, pada pertemuan berikutnya 5 judul
buku akan diganti dengan buku baru, dan seterusnya. Kegiatan ini untuk memantik
minat baca anak-anak.
2. Umik Berkisah, jika
dahulu dongeng, kisah dan narasi bisa dinikmati anak-anak melalui media
tutur-tutur para orangtua ataupun guru. Sekarang ini, medianya berganti menjadi
televisi dan film film serial. Dalam sesi ini Ibu Ninis akan membacakan buku
Muhammad Teladanku per seri, dengan modifikasi bahasa yang mudah dicerna oleh
anak-anak Sukorame. Kegiatan ini juga
ditujukan untuk mengenalkan Nabi Muhammad menyambung dengan kegiatan Maulid
Diba’ yang dibaca bersama-sama setiap malam Ahad di Mushola. Dengan ini selain
anak-anak yang sudah terbiasa bersenandung sholawat, juga mengerti maksud
sholawat dan kepada siapa sholawat ditujukan, yaitu Sang Idola Sepanjang Zaman.
3. Mini Science, merupakan
kegiatan percobaan IPA disekitar lingkungan, diantaranya : wujud-wujud zat,
gunung meletus, membuat garam, es sehat, sprektum cahaya, terjadinya bayangan,
siang dan malam, bulan bersinar, teleskop sederhana, terapung, melayang
tenggelam, percampuran warna, energi yang tak tampak (angin), dan lain sebagainya.
Percobaan – percobaan ini kemudian didokumentasikan dalam bentuk karya nyata berupa
mainan atau makanan dan mengaitkan dengan keimanan kepada Allah Saw. sebagai
Dzat yang menguasai alam.
4. Permainan Tradisional dan Lagu-lagu
Dolanan. Permainan tradisional seperti lompat tali,
nekeran, boi-boian, gobak sodor, patil lele, layangan, bekelan, dakonan,
selidenan, dan seladuran akan kami coba
hidupkan lagi bersamaan dengan lagu- lagu dolanan seperti lir-ilir,
cublak-cublak suweng, ontong-ontong bolong.
PELAKSANA PROYEK
Project
Leader : Waladun Mabrur
Co.
Leader : Muhammad Al Fatih
Kepanitiaan
dan Tugasnya
Ayah
(Waladun Mabrur) ; sie. Perlengkapan (menyediakan seluruh perlengkapan yang
dibutuhkan saat acara), sie. Pendanaan (penggalian dana, dan cash flow dana)
dan sie. Dokumentasi (mendokumentasikan acara dengan kamera digital keluarga
atau foto handphone)
Ibu
(Niswatul Khusnah) ; sie. Acara (ide acara, konsep acara, inovasi acara), Sie.
Sekretariat (menulis rencana kegiatan, dan laporan kegiatan)
Anak (Fatih) : Sie. Publikasi (menyampaikan
undangan kepada teman-teman sepermainan)
Nenek
(Asro) : Sie. Baby Corner (menjaga bayi saat ibu Ninis bertugas), sie. Kepelatihan
(Sumber ide Permainan tradisional dan
lagu-lagu dolanan)
Tim
Hore
Tim
Hore adalah tetangga yang memiliki visi
yang sama dalam permainan anak dan memungkinkan untuk diajak berkegiatan
bersama-sama untuk membantu kepanitian. Adapun 2 Keluarga dari tetangga dekat,
yaitu;
1. Keluarga
Bapak Teguh Priyono
2. Keluarga
Bapak Achmad Taufiq
PENUTUP
Dengan
diiringi doa bismillahi tawakkaltu ‘alallah, proyek ini sebagai ikhtiar kami untuk
menggapai nilai produktif dalam membersamai buah hati, dan juga membentuk
lingkungan yang kondusif bagi anak-anak kami. Terlebih jika menjadi inspirasi
bagi orangtua lain. Harapan terbesar kami adalahAllah senantiasa mendidik kami
melalui hidayahnya hingga kami gapai keridloan Allah dalam setiap langkah. Dengan
ridlo itu akan menjadi bekal kami pulang ke rumah abadiNya dengan predikat
khusnul khotimah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar