Minggu, 03 Desember 2017

LAYANGAN, MINIATURNYA

Pagi ibu saat umi masih dalam jam standard pagi....
F: Umik.... Aku mau buat layangan...

U: Layangan...
Mmm... Oke.
Fatih pernah lihat layangan di mana?

F: Upin ipin... Layangan yang ada benangnya. Paaanjaaang..

U: Siap. Kita buat yuuk...

2 tusuk sate, kertas lipat, lem, benang dan gunting disiapkan bersama.
U: "bentar ya... Umi ke dapur dulu. Sambil nunggu umik, fatih doa biar kita mudah bikinnya."
Umi pun mempercepat gerak hingga standard pagi rampung.

Jujur, umi tidak pernah main layangan, apalagi bikin layangan sendiri. Yang ada dalam memori masa kecil umi tentang layangan itu, mainan anak-anak yang bikin genteng rumah bocor dan kabel listrik kendor. Tak ada imaji positif tentang layangan di masa kecil umi. Akhirnya, layangan yang umi buat hanya miniatur saja. Umi tulis di list permainan yang Fatih ingin. Suatu saat kita akan main layangan tanpa takut genteng bocor ataupun kabel kendor. Aha... Mungkin di rumah mbah, di tepi pantai Weru atau Delegan kita akan bebas bermain layangan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Disqus Shortname

theme-daddy

Comments System

[blogger][disqus][facebook]