Nama Anak: Muhammad Al Fatih
Usia: 3 thn 11 bulan
TTL: Gresik, 02 Desember 2013
Fasilitator: Umi Ninis
Waktu Kegiatan: Senin, 27 Nopember 2017
Nama Kegiatan : Membuat Jajan Sendiri
Senin pagi matahari malu menampakkan sinarnya. Mendung dan dingin pagi ini membuat ingin selalu ngemil. Begitu juga Fatih. Sarapan biasanya cukup membuatnya kenyang. Kali ini dia minta bikin kue. Aha.. Umik punya ide bikin jajan tradisional kesukaan umik masa kecil, yaitu ROTI GORENG atau PERUT AYAM.
Langsung saja kami ke warung emak untuk beli bahan-bahannya. Yest, terigu dan gula sudah siap lalu kami eksekusi di dapur bersama-sama. Pertama, menyiapkan wadah bersih, kemudian mencampur 4 sendok terigu, 2 sendok gula, seujung sendok teh yest dan segelas air. Kemudian diaduk perlahan hingga adonan lumer merata. Didiamkan sejenak agar mengembang. Lalu umik menyiapkan kompor berikut wajan yg dituangi minyak. Lalu digoreng bentuk melingkar seperti usus perut ayam. Selama berkegiatan binar wajah fatih nampak sekali.
"Aku aja umik.."
"Aku coba ya..."
"Umik aku yang goreng"
Kalimat-itu yang bikin umi tidak bisa menolak utk berkata:
"Iya... Oke... Silahkan... Hati-hati.. "
Tara... Gorengan pertama pun matang..
Fatih membawa sepiring jajan ke ruang tengah. Dinikmatinya bersama saudara sepermainannya. Dalam beberapa menit saja jajan habis. Ganti piring berikutnya, dan habis lagi. Seeeneng ternyata... Wajan belum dingin, gorengan sudah habis. Alhamdulillah....
*************
Mengikat Makna dan Hikmah
Membuat jajan sendiri mengenalkan Mas Fatih tentang suatu proses. Pengalaman yang didapat diantaranya adalah;
1. Mengenali nama bahan-bahan makanan yang menurutnya baru, seperti terigu, dan yest.
2. Menuang, mencampur, mengaduk, menggoreng, menunggu matang, bisa melatih sensori motorik halusnya berikut emosionalnya.
3. Dialog demi dialog selama proses pembuatan dapat meningkatkan kelekatan antara ibu dan anak berikut saling membangun komunikasi produktifnya.
4. Mengajarkan hidup hemat dan sehat karunia dari Allah sang Maha Pencipta
Ditulis oleh:
Husna Ummu Al Fatih
FATHAtEN FAMILY
Di Bilik Pesantren Peradaban
Tidak ada komentar:
Posting Komentar